Rabu, 16 Januari 2013

malaikat tanpa sayap

Film yang menceritakan betapa berartinya sebuah keluarga, dan banyak mengajarkan arti sebuah pengorbanan.

Cerita berawal dari Vino (Adipati Dolken), remaja tanggung yang berasal dari keluarga kaya yang tak peduli dengan keadaan keluarganya. Hingga ayahnya, Amir (Surya Saputra) jatuh bangkrut ditipu oleh teman bisnisnya.

Ibunya, Mirna (Kinaryosih) tak kuasa menerima kenyataan dan memilih untuk meninggalkan rumah, dan keluarganya, termasuk putrinya Wina (Geccha Qheagaveta) yang berusia lima tahun. Vino beserta keluarganya pun harus pindah ke sebuah kontrakan yang cukup kumuh.

Cobaan mulai datang, Vino harus dikeluarkan dari sekolah karena berbulan-bulan menunggak SPP. Belum lagi, Wina kecelakaan hingga kakinya terluka dan harus segera dioperasi atau justru diamputasi.

Vino semakin putus asa dan menyalahkan ayahnya. Sampai suatu kejadian dia bertemu dengan Calo (Agus Kuncoro) yang menawarkan untuk membeli jantung Vino untuk didonorkan kepada seseorang. Tawaran tersebut tak langsung dia terima.


Saat Vino bimbang dengan perasaanya dia bertemu secara tidak sengaja dengan Mura (Maudy Ayunda), dan akhienya merasakan getaran cinta. Vino dan Amir kemudian berusaha mencai uang dengan masing-masing cara, namun tetap saja gagal.

Akhirnya Vino mengiyakan tawaran calo tersebut. Masalah pun perlahan bisa diatasi, Vino bisa membiayai operasi adiknya, dan kembali ke rumah lamanya dengan uang hasil menjual jantung.

Masalah kembali muncul saat Calo menagih jantung Vino, dan alangkah terkejutnya dia saat tahu bahwa yang akan menerima jantungnya adalah Mura, gadis yang sangat dicintainya.

Lantas, bagaimanakah nasib Vino, dia sudah terlanjur cinta dengan Mura dan berniat membangun masa depan bersamanya. Tapi bila dia tak mendonorkan darahnya, Mura justru berada di ujung tanduk kematian?

sang pemimpi

Sang Pemimpi merupakan kelanjutan dari Laskar Pelangi. Film ini bercerita tentang Ikal (Vikri Setiawan) dan saudara sepupunya, Arai (Rendy Ahmad), serta sahabatnya, Jimbron (Azwar Fitrianto), pada usia remaja, dan mengisahkan tentang anak remaja yang mencari identitas diri dan seksualitas pada usia 17 tahun.


Adalah seorang guru bernama Balia (Nugie) yang menjadi sumber inspirasi bagi Ikal, Arai dan Jimbron. Kelas Balia membawa mereka pada keajaiban ilmu pengetahuan dan luasnya kehidupan, tempat yang memberi mereka nafas untuk keluar dari tekanan hidup. Balia membarakan semangat mereka untuk menjelajahi Eropa dan bagian dunia lain untuk mengarungi kehidupan. Namun, pada saat yang sama, mereka harus menghadapi sikap keras Pak Mustar (Landung Simatupang), sang kepala sekolah. Kontras dengan sikap Balia, Pak Mustar adalah seorang guru yang menerapkan cara didik dengan pola hukuman bagi yang lalai.

Problematika yang mereka hadapi tak hanya soal sekolah dan bertahan hidup, tapi juga cinta. Cinta Arai pada Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda) menggiringnya menjadi seorang penyanyi dadakan dengan berguru pada Bang Zaitun Jay Widjajanto), seorang pemusik Melayu keliling. Jimbron jatuh hati pada Laksmi, gadis pemurung pekerja pabrik cincau yang tak pernah tersenyum sejak orang tuanya meninggal. Ikal tertarik pada gambar wanita molek dari reklame sebuah film Indonesia di bioskop.

Tetapi, kebimbangan Ikal akan hidup dan masa depan membuatnya patah arang dan berusaha menghapus impiannya bersekolah ke Eropa bersama Arai. Ikal yang dulu seolah memiliki semangat baru, menjadi Ikal yang tenggelam dalam keputusasaan dan menyisakan kekecewaan yang dalam di hati sang ayah yang sangat membanggakan dirinya sejak kecil.

Rasa bersalah terhadap sang ayah membuat Ikal bangkit, dan para pemimpi pun kembali berlari bersama. Satu persatu simpul-simpul kesulitan hidup untuk mencapai mimpi mereka buka. Cita-cita, harapan, dan cinta. Dengan tambahan bekal dari tabungan Jimbron, Ikal dan Arai melanjutkan hidup untuk merajut mimpi. Namun, setelah gelar sarjana diraih, Arai menghilang. Tinggalah Ikal sendirian mengadu nasib sambil mengejar mimpi.

surat kecil untuk tuhan

Film ini menceritakan Gita Sesa Wanda Cantika atau yang dikenal dengan nama panggilan Keke, seorang gadis remaja berusia 13 tahun yang cukup beruntung, karena lahir dari keluarga yang sangat berada, memiliki dua orang kakak laki-laki yang bernama Chika dan Kiki, orang tua yang sangat menyayanginya walau sudah bercerai, dan juga Pak Yus, ajudan sang Ayah. Selain itu Keke juga dikelilingi enam sahabat karib yang selalu setia menemaninya dan hidupnya pun semakin lengkap dengan kehadiran seorang kekasih yang juga begitu menyayanginya, yaitu Andy.
Semuanya tampak begitu sempurna. Pada tahun 2003 kanker menghinggapinya, Keke adalah pengidap Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi "monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemoterapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala.
Tak dinyana, setahun kemudian, pada 2004, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Meskipun sudah ditolak di rumah sakit mana-mana, ayah Keke tidak pernah sekali pun menyerah untuk menyembuhkan anaknya, terbukti bahwa ia sanggup ke pedalaman bahkan keluar negeri hanya untuk menyembuhkan Keke. Meskipun ratusan dokter memprediksi bahwa hidup Keke tidak akan lebih dari tiga bulan, Keke berhasil bertahan untuk lebih dari setahun. Meskipun pada akhirnya, Keke harus menerima kenyataan bahwa ia memang tidak dapat disembuhkan karena kanker itu sudah terlalu menyebar. Sampai pada akhirnya keke meniggal dunia .

5 cm

5 cm ini menceritakan persahabatan antara lima pemuda yang bernama Genta yang diperankan Fedi Nuril, Arial (diperankan Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), dan Ian diperankan oleh Igor "Saykoji". 
Persahabatan kelima pemuda ini sudah berlangsung selama 10 tahun. Meskipun begitu sifat dan karakter kelima pemuda tersebut berbeda-beda. Genta, seorang pemuda yang selalu peduli terhadap orang lain sehingga dia memiliki jiwa pemimpin dan bisa membuat orang lain nyaman bila berada di dekatnya. Sedangkan Arial, pemuda paling macho diantara pemuda lainnya, dia memiliki hobi berolah raga, paling taat aturan, namun paling canggung dan grogi bila berkenalan dengan wanita.

Zafran seorang pemuda puitis, tapi sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Sedangkan Riani, merupakan gadis smart namun agak cerewet, dan mempunyai ambisi yang besar untuk meraih cita-citanya. Ian, memiliki tubuh yang paling subur dibandingkan keempat temannya, seorang maniak bola dan mie instant, dan paling telat wisuda.

Karena sudah menjalin persahabatan yang cukup lama, akhirnya pada suatu hari mereka berlima merasa "jenuh" dengan relationship ini, dan akhirnya mereka memutuskan berpisah untuk sementara dan berjanji tidak saling berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama 3 bulan.

Namun setelah 3 bulan berpisah, banyak kerinduan yang mereka rasakan. Dalam perpisahan singkat itu, mereka menemukan "sesuatu" yang merubah mereka untuk menjalani hidup lebih baik. Akhirnya mereka putuskan kembali untuk bertemu dan merayakan kembali pertemuan mereka dengan mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru.

Perjalanan mereka ke puncak Semeru untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tersebut tepat pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan yang membuat kelima pemuda ini semakin mencintai Indonesia. Banyak aral melintang dalam perjalanan mereka menuju puncak.

Habibie&Ainun

Kisah cinta pertama dan cinta terakhir yang sangat menyentuh hati. ceritakan tentang mantan Presiden Indonesia dan ibu Ainun. Kisah tentang Habibie dan Ainun.

Rudy Habibie adalah seorang Profesor ahli pesawat terbang yang punya keinginan besar: berbakti dengan sepenuh jiwa raga kepada bangsa Indonesia dengan menciptakan sebuah truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ibu Ainun ialah seorang dokter muda yang profesional dengan jalan karir yang sangat cerah.

Dua Sejoli ini bertemu saat mereka masih SMP pata tahun 1962, dan mereka bertemu lagi di Bandung. Habibie seketika jatuh cinta  pada Ainun semanis gula baginya. Tapi Ainun, tidak hanya jatuh cinta, dia yang jadi sumber semangat pada visi dan misi Habibie. Mereka menikah dan tinggal di Jerman.

memiliki mimpi tak mudah, mereka tahu akan hal itu. Cinta mereka terbangun seiring waktu dalam perjalanan mewujudkan impian itu. Dinginnya salju yang menusuk tulang di Jerman, perjuangan, rasa sakit, kesepian, juga godaan kuasa dan harta saat mereka kembali lagi ke Indonesia menjadi pengiring perjalanan hidup mereka
.
Bagi Habibie, Ainun is everything. Untuk melihat hidupnya Ainun adalah mata baginya. Bagi Ainun, Habibie adalah pengisi kasih dalam hidupnya, Habibie adalah segalanya. Namun Setiap mimpi memiliki batas. Setiap kisah mempunyai akhir, lalu pada suatu titik, kedua belahan jiwa ini rapuh; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?