Film yang menceritakan betapa berartinya sebuah keluarga, dan banyak mengajarkan arti sebuah pengorbanan.
Cerita
berawal dari Vino (Adipati Dolken), remaja tanggung yang berasal dari
keluarga kaya yang tak peduli dengan keadaan keluarganya. Hingga
ayahnya, Amir (Surya Saputra) jatuh bangkrut ditipu oleh teman
bisnisnya.
Ibunya, Mirna (Kinaryosih) tak kuasa menerima
kenyataan dan memilih untuk meninggalkan rumah, dan keluarganya,
termasuk putrinya Wina (Geccha Qheagaveta) yang berusia lima tahun. Vino
beserta keluarganya pun harus pindah ke sebuah kontrakan yang cukup
kumuh.
Cobaan mulai datang, Vino harus dikeluarkan dari sekolah
karena berbulan-bulan menunggak SPP. Belum lagi, Wina kecelakaan hingga
kakinya terluka dan harus segera dioperasi atau justru diamputasi.
Vino
semakin putus asa dan menyalahkan ayahnya. Sampai suatu kejadian dia
bertemu dengan Calo (Agus Kuncoro) yang menawarkan untuk membeli jantung
Vino untuk didonorkan kepada seseorang. Tawaran tersebut tak langsung
dia terima.
Saat Vino bimbang dengan perasaanya dia bertemu secara tidak sengaja
dengan Mura (Maudy Ayunda), dan akhienya merasakan getaran cinta. Vino
dan Amir kemudian berusaha mencai uang dengan masing-masing cara, namun
tetap saja gagal.
Akhirnya Vino mengiyakan tawaran calo tersebut.
Masalah pun perlahan bisa diatasi, Vino bisa membiayai operasi adiknya,
dan kembali ke rumah lamanya dengan uang hasil menjual jantung.
Masalah
kembali muncul saat Calo menagih jantung Vino, dan alangkah terkejutnya
dia saat tahu bahwa yang akan menerima jantungnya adalah Mura, gadis
yang sangat dicintainya.
Lantas, bagaimanakah nasib Vino, dia
sudah terlanjur cinta dengan Mura dan berniat membangun masa depan
bersamanya. Tapi bila dia tak mendonorkan darahnya, Mura justru berada
di ujung tanduk kematian?
sinopsis film
Rabu, 16 Januari 2013
sang pemimpi
Sang Pemimpi merupakan kelanjutan dari Laskar Pelangi.
Film ini bercerita tentang Ikal (Vikri Setiawan) dan saudara sepupunya,
Arai (Rendy Ahmad), serta sahabatnya, Jimbron (Azwar Fitrianto), pada
usia remaja, dan mengisahkan tentang anak remaja yang mencari identitas
diri dan seksualitas pada usia 17 tahun.
Adalah
seorang guru bernama Balia (Nugie) yang menjadi sumber inspirasi bagi
Ikal, Arai dan Jimbron. Kelas Balia membawa mereka pada keajaiban ilmu
pengetahuan dan luasnya kehidupan, tempat yang memberi mereka nafas
untuk keluar dari tekanan hidup. Balia membarakan semangat mereka untuk
menjelajahi Eropa dan bagian dunia lain untuk mengarungi kehidupan.
Namun, pada saat yang sama, mereka harus menghadapi sikap keras Pak
Mustar (Landung Simatupang), sang kepala sekolah. Kontras dengan sikap
Balia, Pak Mustar adalah seorang guru yang menerapkan cara didik dengan
pola hukuman bagi yang lalai.
Problematika
yang mereka hadapi tak hanya soal sekolah dan bertahan hidup, tapi juga
cinta. Cinta Arai pada Zakiah Nurmala (Maudy Ayunda) menggiringnya
menjadi seorang penyanyi dadakan dengan berguru pada Bang Zaitun Jay
Widjajanto), seorang pemusik Melayu keliling. Jimbron jatuh hati pada
Laksmi, gadis pemurung pekerja pabrik cincau yang tak pernah tersenyum
sejak orang tuanya meninggal. Ikal tertarik pada gambar wanita molek
dari reklame sebuah film Indonesia di bioskop.
Tetapi,
kebimbangan Ikal akan hidup dan masa depan membuatnya patah arang dan
berusaha menghapus impiannya bersekolah ke Eropa bersama Arai. Ikal yang
dulu seolah memiliki semangat baru, menjadi Ikal yang tenggelam dalam
keputusasaan dan menyisakan kekecewaan yang dalam di hati sang ayah yang
sangat membanggakan dirinya sejak kecil.
Rasa
bersalah terhadap sang ayah membuat Ikal bangkit, dan para pemimpi pun
kembali berlari bersama. Satu persatu simpul-simpul kesulitan hidup
untuk mencapai mimpi mereka buka. Cita-cita, harapan, dan cinta. Dengan
tambahan bekal dari tabungan Jimbron, Ikal dan Arai melanjutkan hidup
untuk merajut mimpi. Namun, setelah gelar sarjana diraih, Arai
menghilang. Tinggalah Ikal sendirian mengadu nasib sambil mengejar
mimpi.
surat kecil untuk tuhan
Film ini menceritakan Gita Sesa Wanda Cantika
atau yang dikenal dengan nama panggilan Keke, seorang gadis remaja
berusia 13 tahun yang cukup beruntung, karena lahir dari keluarga yang
sangat berada, memiliki dua orang kakak laki-laki yang bernama Chika dan
Kiki, orang tua yang sangat menyayanginya walau sudah bercerai, dan
juga Pak Yus, ajudan sang Ayah. Selain itu Keke juga dikelilingi enam
sahabat karib yang selalu setia menemaninya dan hidupnya pun semakin
lengkap dengan kehadiran seorang kekasih yang juga begitu menyayanginya,
yaitu Andy.
Semuanya tampak begitu sempurna. Pada tahun 2003 kanker menghinggapinya, Keke adalah pengidap Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi "monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemoterapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala.
Tak dinyana, setahun kemudian, pada 2004, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Meskipun sudah ditolak di rumah sakit mana-mana, ayah Keke tidak pernah sekali pun menyerah untuk menyembuhkan anaknya, terbukti bahwa ia sanggup ke pedalaman bahkan keluar negeri hanya untuk menyembuhkan Keke. Meskipun ratusan dokter memprediksi bahwa hidup Keke tidak akan lebih dari tiga bulan, Keke berhasil bertahan untuk lebih dari setahun. Meskipun pada akhirnya, Keke harus menerima kenyataan bahwa ia memang tidak dapat disembuhkan karena kanker itu sudah terlalu menyebar. Sampai pada akhirnya keke meniggal dunia .
Semuanya tampak begitu sempurna. Pada tahun 2003 kanker menghinggapinya, Keke adalah pengidap Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak) pertama di Indonesia. Gadis cantik itu pun berubah menjadi "monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemoterapi dan radiasi hampir setahun lamanya, akibatnya, semua rambut Keke sedikit demi sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktivitas seperti sedia kala.
Tak dinyana, setahun kemudian, pada 2004, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Meskipun sudah ditolak di rumah sakit mana-mana, ayah Keke tidak pernah sekali pun menyerah untuk menyembuhkan anaknya, terbukti bahwa ia sanggup ke pedalaman bahkan keluar negeri hanya untuk menyembuhkan Keke. Meskipun ratusan dokter memprediksi bahwa hidup Keke tidak akan lebih dari tiga bulan, Keke berhasil bertahan untuk lebih dari setahun. Meskipun pada akhirnya, Keke harus menerima kenyataan bahwa ia memang tidak dapat disembuhkan karena kanker itu sudah terlalu menyebar. Sampai pada akhirnya keke meniggal dunia .
5 cm
5 cm ini menceritakan persahabatan antara lima pemuda yang bernama Genta yang diperankan Fedi Nuril, Arial (diperankan Denny Sumargo), Zafran (Herjunot Ali), Riani (Raline Shah), dan Ian diperankan oleh Igor "Saykoji".
Persahabatan kelima pemuda ini sudah berlangsung selama 10 tahun.
Meskipun begitu sifat dan karakter kelima pemuda tersebut
berbeda-beda. Genta, seorang pemuda yang selalu peduli terhadap orang
lain sehingga dia memiliki jiwa pemimpin dan bisa membuat orang lain
nyaman bila berada di dekatnya. Sedangkan Arial, pemuda paling macho
diantara pemuda lainnya, dia memiliki hobi berolah raga, paling taat
aturan, namun paling canggung dan grogi bila berkenalan dengan wanita.
Zafran seorang pemuda puitis, tapi sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Sedangkan Riani, merupakan gadis smart namun agak cerewet, dan mempunyai ambisi yang besar untuk meraih cita-citanya. Ian, memiliki tubuh yang paling subur dibandingkan keempat temannya, seorang maniak bola dan mie instant, dan paling telat wisuda.
Karena sudah menjalin persahabatan yang cukup lama, akhirnya pada suatu hari mereka berlima merasa "jenuh" dengan relationship ini, dan akhirnya mereka memutuskan berpisah untuk sementara dan berjanji tidak saling berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama 3 bulan.
Namun setelah 3 bulan berpisah, banyak kerinduan yang mereka rasakan. Dalam perpisahan singkat itu, mereka menemukan "sesuatu" yang merubah mereka untuk menjalani hidup lebih baik. Akhirnya mereka putuskan kembali untuk bertemu dan merayakan kembali pertemuan mereka dengan mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru.
Perjalanan mereka ke puncak Semeru untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tersebut tepat pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan yang membuat kelima pemuda ini semakin mencintai Indonesia. Banyak aral melintang dalam perjalanan mereka menuju puncak.
Zafran seorang pemuda puitis, tapi sedikit "gila", apa adanya, idealis, agak narsis, dan memiliki bakat untuk menjadi orang terkenal. Sedangkan Riani, merupakan gadis smart namun agak cerewet, dan mempunyai ambisi yang besar untuk meraih cita-citanya. Ian, memiliki tubuh yang paling subur dibandingkan keempat temannya, seorang maniak bola dan mie instant, dan paling telat wisuda.
Karena sudah menjalin persahabatan yang cukup lama, akhirnya pada suatu hari mereka berlima merasa "jenuh" dengan relationship ini, dan akhirnya mereka memutuskan berpisah untuk sementara dan berjanji tidak saling berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama 3 bulan.
Namun setelah 3 bulan berpisah, banyak kerinduan yang mereka rasakan. Dalam perpisahan singkat itu, mereka menemukan "sesuatu" yang merubah mereka untuk menjalani hidup lebih baik. Akhirnya mereka putuskan kembali untuk bertemu dan merayakan kembali pertemuan mereka dengan mendaki puncak tertinggi di Pulau Jawa yaitu Gunung Semeru.
Perjalanan mereka ke puncak Semeru untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tersebut tepat pada tanggal 17 Agustus. Sebuah perjalanan yang membuat kelima pemuda ini semakin mencintai Indonesia. Banyak aral melintang dalam perjalanan mereka menuju puncak.
Habibie&Ainun
Kisah cinta pertama dan cinta terakhir yang sangat menyentuh hati.
ceritakan tentang mantan Presiden Indonesia dan ibu Ainun. Kisah tentang
Habibie dan Ainun.
Rudy Habibie adalah seorang Profesor ahli pesawat terbang yang punya keinginan besar: berbakti dengan sepenuh jiwa raga kepada bangsa Indonesia dengan menciptakan sebuah truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ibu Ainun ialah seorang dokter muda yang profesional dengan jalan karir yang sangat cerah.
Dua Sejoli ini bertemu saat mereka masih SMP pata tahun 1962, dan mereka bertemu lagi di Bandung. Habibie seketika jatuh cinta pada Ainun semanis gula baginya. Tapi Ainun, tidak hanya jatuh cinta, dia yang jadi sumber semangat pada visi dan misi Habibie. Mereka menikah dan tinggal di Jerman.
memiliki mimpi tak mudah, mereka tahu akan hal itu. Cinta mereka terbangun seiring waktu dalam perjalanan mewujudkan impian itu. Dinginnya salju yang menusuk tulang di Jerman, perjuangan, rasa sakit, kesepian, juga godaan kuasa dan harta saat mereka kembali lagi ke Indonesia menjadi pengiring perjalanan hidup mereka
.
Bagi Habibie, Ainun is everything. Untuk melihat hidupnya Ainun adalah mata baginya. Bagi Ainun, Habibie adalah pengisi kasih dalam hidupnya, Habibie adalah segalanya. Namun Setiap mimpi memiliki batas. Setiap kisah mempunyai akhir, lalu pada suatu titik, kedua belahan jiwa ini rapuh; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?
Rudy Habibie adalah seorang Profesor ahli pesawat terbang yang punya keinginan besar: berbakti dengan sepenuh jiwa raga kepada bangsa Indonesia dengan menciptakan sebuah truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ibu Ainun ialah seorang dokter muda yang profesional dengan jalan karir yang sangat cerah.
Dua Sejoli ini bertemu saat mereka masih SMP pata tahun 1962, dan mereka bertemu lagi di Bandung. Habibie seketika jatuh cinta pada Ainun semanis gula baginya. Tapi Ainun, tidak hanya jatuh cinta, dia yang jadi sumber semangat pada visi dan misi Habibie. Mereka menikah dan tinggal di Jerman.
memiliki mimpi tak mudah, mereka tahu akan hal itu. Cinta mereka terbangun seiring waktu dalam perjalanan mewujudkan impian itu. Dinginnya salju yang menusuk tulang di Jerman, perjuangan, rasa sakit, kesepian, juga godaan kuasa dan harta saat mereka kembali lagi ke Indonesia menjadi pengiring perjalanan hidup mereka
.
Bagi Habibie, Ainun is everything. Untuk melihat hidupnya Ainun adalah mata baginya. Bagi Ainun, Habibie adalah pengisi kasih dalam hidupnya, Habibie adalah segalanya. Namun Setiap mimpi memiliki batas. Setiap kisah mempunyai akhir, lalu pada suatu titik, kedua belahan jiwa ini rapuh; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?
Langganan:
Postingan (Atom)